“Sri Mulyani merupakan akademisi yang memiliki integritas dan kapabilitas,” ujarnya kepada pers termasuk R Ferdian Andi R dari INILAH.COM di Gedung DPD RI seusai Dialog Kenegaraan, Rabu (19/5). Sedangkan Ical, lanjutnya, memiliki kemampuan finansial. Berikut wawancara lengkapnya:
Apa respons Anda terkait pidato Sri Mulyani?
Itu tradisi intelektual, yaitu kebebasan berekspresi menjadi inti kehidupan. Apabila Sri Mulyani merasa kebebasan tidak terganggu maka ia menang.
Bagaimana penilaian Anda terkait istilah perkawinan politik oleh Sri Mulyani, siapa yang dimaksud?
Perkawinan kepentingan itu yang dimaksud ya SBY dan Aburizal Bakrie. Jelas, SBY tidak mau diganggu lima tahun ke depan, sedangkan Ical menjadi kekuatan di DPR, melalui Fraksi Partai Golkar, yang juga memiliki kemampuan manuver. Makanya, Partai Golkar bermain dengan kelebihan itu.
Apakah mungkin Sri Mulyani akan buka-bukaan terkait posisinya menjadi menteri keuangan di era pemerintahan SBY ini, sebagaimana yang ia keluhkan, termasuk dalam kasus Century?
Pada saatnya mungkin Sri Mulyani akan buka-bukaan. Tapi tidak dalam waktu dekat, karena dia akan konsentrasi di World Bank. Dia punya peluang pemilu 2014.
Bagaimana peluang itu?
Di Pemilu 2014 hanya ada dua yang prospek untuk bertarung yaitu Aburizal Bakrie dan Sri Mulyani. Kalau Sri Mulyani merupakan akademisi yang memiliki integritas dan kapabilitas. Buktinya, menjadi Menkeu memiliki peforma yang baik, di tingkat global juga memiliki reputasi yang baik. Sedangkan Ical memiliki kekuatan finansial.
Apa pesan politik dari pidato Sri Mulyani?
Sri Mulyani menyerukan untuk clean governance yang dia upayakan terganggu oleh persekongkolan politik. [mdr]






